Jumat, 31 Mei 2024

Ulasan Lagu: Tak Tersembunyi Ujung Jalan

Kawan sekalian, syair Wat de toekomst brengen moge atau yang dalam bahasa Indonesia artinya Apa yang mungkin terjadi di masa depan adalah puisi dan lagu yang ditulis oleh penyair Belanda Jacqueline E. van der Waals. Yamuger dalam Kidung Jemaat No. 416 memberikan judul Tersembunyi Ujung Jalan.

Puisi tersebut ditulis Van der Waals dari sudut pandang seseorang yang akan segera meninggal atau pasrah dengan kematian yang akan dihadapi. Banyak orang berasumsi bahwa Van der Waals menulis puisi itu ketika ia sedang berada di ranjang kematian karena pada ayat keempat tampak belum selesai dan hanya separuh saja panjangnya.

Rabu, 07 Februari 2024

Juknis FLS2N SMA 2024 Unduh Di Sini

Petunjuk Teknis (Juknis) pelaksanaan Festival dan Lomba Siswa Nasional (FLS2N) SMA/MA/Sederajat 2024 dapat unduh di sini. Ayo, persiapkan sekolah anda dengan baik untuk berkompetisi pada setiap jenjang seleksi, mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga Nasional.

Klik linknya untuk mendownload file Juknis FLS2N SMA/MA/Sederajat 2024.

Juknis FLS2N SMK 2024 Unduh Di Sini


Petunjuk Teknis (Juknis) pelaksanaan Festival dan Lomba Siswa Nasional (FLS2N) SMK 2024 dapat unduh di sini. Ayo, persiapkan sekolah anda dengan baik untuk berkompetisi pada setiap jenjang seleksi, mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga Nasional.

Klik linknya untuk mendownload file Juknis FLS2N SMK 2024.

Kamis, 25 Februari 2021

Menelusur Jejak Cinta Raja Salomo dan Ratu Syeba

 


KABAR kemasyuran Raja Salomo bin Daud tersiar sampai ke telinga ratu negeri Syeba. Keberadaan raja ketiga Israel dari suku Dan itu mampu menggundang kedatangan sosok perempuan yang juga dikenal dengan nama Ratu Balqis dalam tradisi Arab.

 

Ia sebagai seorang wanita eksotis dan juga misterius meskipun kisahnya telah diceritakan lebih dari 3.000 tahun di banyak negeri dan diabadikan dalam karya-karya besar agama dunia, di antaranya Alkitab dan Alquran. Selain itu, Ratu Balqis juga muncul dalam lukisan Turki dan Persia, dalam risalah Kabbalistik, dan dalam karya-karya mistik abad pertengahan Kristen.

Senin, 08 Juli 2019

Kolaborasi dengan Sanggar Seni 909 SMA Negeri 4 Manado pada Pentas Sastra yang dilaksanakan dalam rangka Gebyar Hardiknas 2019, 27 April 2019, di Aula Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.

Hercolubus Atau Planet Merah

Umat manusia di ambang kehancuran. Buku ramalan kehancuran planet bumi yang ditulis V. M. Rabolú ini direkomendasikan untuk dibaca.

Berkah dari Hidup Hingga Terkubur | Video Pentas

Pentas teater Berkah Dari Hidup Hingga Di Kubur karya Rahadih Gedoan, Bidang Lomba Teater FLS2N Seleksi Kota Manado, tanggal 17 Mei 2019.

Melalui pentas ini Sanggar Seni SMEK4 SMK Negeri 4 Manado mewakili Kota Manado pada ajang seleksi tingkat Provinsi Sulawesi Utara 2019.

Minggu, 10 Maret 2019

Aminah, Minahasa, dan Pilpres 2019

Aminah Popa punya pandangan istimewa.(Foto: Rahadih Gedoan)
Namanya Aminah Popa. Sehari-hari ia berjualan di depan makam Imam Bonjol. Aminah mengaku masih keturunan seorang pengawal Imam Bonjol.
Sempat berbincang-bincang sejenak dengannya, Sabtu (23/2/2019). Aminah tak suka para pendukung Prabowo memolitisir isu agama seperti sekarang untuk kepentingan pencalonan presiden.

Selasa, 02 Januari 2018

Kerajinan Gerabah di Desa Pulutan, Kabupaten Minahasa

Kerajinan Gerabah di Desa Pulutan, Kabupaten Minahasa, tetap eksis hingga kini. Nyaris tak ada penduduk yang tidak tahu membuat gerabah di desa ini. Berikut foto-fotonya:

Jumat, 24 Maret 2017

Oto ST 20 Riwayatmu Dulu

Mempersoalkan tentang keberadaan Go-Jek, Go-Kar, dan Taxi Gelap, saya tiba-tiba teringat keberadaan andalan transportasi Kota Manado dulu, yaitu ST 20. Eh, apa kabar oto itu sekarang? Kalau tidak salah ingat, tahun 2006-an saya masih bisa melihat ST 20 berpelat kuning di sekitar Terminal Karombasan untuk melayani angkutan masyarakat hingga ke lorong-lorong kecil di Ranotana Weru dan sekitarnya. Selain di situ, ada juga ST 20 yang beroperasi di kompleks Pasar Bahu, Terminal 'bayangan' Dolog, Winangun, Sea, dan di pasar Tuminting.

Senin, 20 Februari 2017

Kembara Luka

Kembara Luka
Kemarin pernah kita menerjang barisan ilalang kering
Hamparan padang yang simpan kata-kata tersunyi
Di sana kulihat jemari-jemarimu perlahan mulai meletih
Menyirami tunas-tunas mimpi yang sering terbantai perih

Minggu, 21 Agustus 2016

Pentas Puisi Gugur karya WS Rendra

Pementasan puisi yang dimainkan Vox Theater Club Manado di acara Pentas Sastra yang dilaksanakan Balai Bahasa Sulawesi Utara, 20 Agustus 2016. Berikut ini foto-fotonya:

Selasa, 26 Juli 2016

Dari Taiko Hingga Kantata

Di laut Segitiga Naga,
Bukan hanya Taiko[1] saja yang mampu dentamkan semangat dan kepedihan
Seutas senar juga bisa bangkitkan rindu sekaligus dendam seorang nelayan
Dalam bunyi-bunyi yang tak berbatas syair
Dalam syair-syair yang tak berbatas kata
Dalam kata-kata yang tak berbatas kenangan
Dalam kenangan-kenangan yang tak berbatas bunyi

Minggu, 17 April 2016

Kita dan Aksara

Kau pernah bisik, ada aksara langit yang tak ditulis dan tak dikenal di bumi
Lalu siapa yang bisa membacanya dalam sajak angin hari ini?
Lalu siapa yang bisa mengejanya dalam irama orkestra di lautan?
Kau menjawab, hanyalah para malaikat dan Tuhan
Padahal dengan aksara itu ingin sekali kutulis nama ibu di dinding etalase pertokoan
Agar setiap kali melintasinya kusinggahi juga ruang kemurahan Ilahi
Karena ribuan keluh di oratorium yang telah diucapkannya hanya tentang aku
Padahal dengan aksara itu ingin sekali kutulis kisah kita yang masih tergaris samar
Agar di setiap lembar hari yang kurengkuh dalam ingatan hanyalah aroma pelukanmu
Menggelepar kejam
Dan tajam

Jumat, 08 April 2016

Foto-foto Temu Karya Taman Budaya di Jambi 2013

Panggung pertunjukan
Beberapa foto dari kegiatan Temu Karya Taman Budaya di Jambi tahun 2013 yang berhasil aku rekam. Tidak banyak. Yah, paling tidak, di-posting di sini untuk sekedar mengabadikan kegiatan seni yang pernah terjadi.

Temu Karya Taman Budaya di Jambi

Aku saat uji coba panggung di Jambi
Pada 15 Juni 2013 yang silam, aku pernah pentas bersama sejumlah seniman yang tergabung dalam Tim Taman Budaya Manado, di Jambi, dalam acara Temu Karya Taman Budaya. Dengan mengangkat tema Pergelaran Seni Tradisional, kegiatan yang jadi ajang mempertemukan semua kesenian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia ini sungguh menarik perhatian.

Tim Taman Budaya Manado kala itu menampilkan kolaborasi pembacaan puisi modern, Sasambo, musik Tagonggong, dengan ritual Potong Tamo, yang menjadi budaya khas etnis Sangihe. Video Pentas Temu Karya Taman Budaya di Jambi tahun 2013 itu dapat ditonton di YouTube melalui link di sini. Waktu itu, aku berperan sebagai pembaca puisi, yang membawakan karya Iverdixon Tinungki berjudul Sambo Ghenggona. Ada beberapa alat musik Bambu yang dihadirkan dan memberikan sentuhan musik latar yang apik. Ada juga tarian Gunde yang ikut ditampilkan dalam kolaborasi ini.

Senin, 28 Maret 2016

LONCENG, ILALANG, DAN LAILA



Laila,
Serupa kisah rembulan dan kenangan,
Suara lonceng dan gemerisik ilalang bagiku juga adalah nyanyian
Berirama di antara lereng tanah yang tandus dan belum berbentuk
Ia selalu saja hidup, bangkit, dan bergairah lagi dalam putaran alam
Karena kicau burung-burung senantiasa menghidupkannya di setiap pagi
Meski berkali-kali ia terlelap dan mati saat malam asyik mementaskan konsernya

Minggu, 27 Maret 2016

Mimik



Definisi mimik berdasarkan Kamus Bahasa Indonesia yang diterbitkan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (2008) adalah:
Mimik n peniruan dng gerak-gerik anggota badan dan raut muka.

Pada pemahamannya dalam bahasa Inggris, Mimik diurai seperti berikut:
mimic (ˈmɪmɪk)

Sabtu, 26 Maret 2016

Bermalam di Hotel Sahid Kawanua Manado

Hotel Sahid Kawanua Manado
Harus diakui, banyak fasilitas dari Hotel Sahid Kawanua Manado yang harus disegarkan lagi dari keuzurannya. Awal Maret 2016, untuk kesekian kalinya, aku bermalam di Hotel Sahid Kawanua Manado untuk menikmati suasana pusat Kota Manado dari hotel tersebut.

Rabu, 23 Maret 2016

Anti Cukur | Barang Antik yang Dicari

Barang yang memiliki kriteria atau khasiat Anti Cukur (AC) bisa dihargai sampai Rp500 miliar. Malah, maharnya bisa tergantung permintaan khodam. Ada yang bisa sampai sebanyak Rp1-2 triliun. Barang AC bisa berupa apa saja, Merah Delima (MD), Batang Kara (BK) atau Jenglot, Rante Babi (RB), Kantong Macan (KM), Sirih Hitam, Kol Buntet, Stambul, dan lain-lain. Lebih disukai jika barang dapat masuk di saku.

Untuk test, potong rambut pakai silet baru. Pertama, tidak pegang barang yang AC, dipastikan rambut harus putus waktu dipotong. Lalu pegang barang AC, rambut tidak putus saat dipotong.***